Anggota DPR Akan Dipilih Berdasarkan Nilai Akademik 

Jumat, 12 November 2021 - 19:50 WIB
Ilustrasi (istimewa)

RIAUMANDIRI.CO - DPR terus menggerakkan timnya untuk saling bersinergi dan berinovasi dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih.

Badan Keahlian (BK) adalah jajaran DPR yang dipercaya mampu menyalurkan rencana strategis yang dibutuhkan masyarakat.

Pasalnya, Badan Keahlian perlu merekrut anggota DPR dan merancang rencana strategis yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala BK DPR RI, Inosentius Samsul memaparkan BK adalah kesatuan yang memprioritaskan perencanaan periode lima tahun.

BK (Badan Keahlian) merencanakan sederet strategi yang bisa diimplementasikan bagi seluruh bagian di bawah koordinasi BK DPR RI.

Tujuan BK DPR RI mengedepankan nilai akademik dalam pengangkatan naungan di bawah BK DPR RI tidak lain adalah agar terciptanya pemerintah yang dihormati masyarakat.

“Saya berharap melalui rapat kerja ini kita semua dapat mewujudkan lingkungan kerja yang good and clean government serta proses penguatan Badan Keahlian dapat bergerak cepat, seirama dengan reformasi yang digulirkan DPR RI secara kelembagaan sehingga pelaksanaan fungsi dan tugas setiap pusat dapat dilaksanakan secara terukur, transparan, akuntabel serta berorientasi pada peningkatan kinerja yang baik,” ungkap Inosentius Samsul (11/11/2021).

Segala perencanaan Badan Keahlian nantinya menjadi strategi bagi DPR guna menangani berbagai polemik rakyat hingga 2024 mendatang.

"Dengan hadirnya BK bisa menghadirkan kebutuhan kebutuhan akademis dalam proses-proses politik di DPR. Di mana, setiap pembuatan naskah undang-undang harus memiliki dasar argumentasi yang kuat, data yang cukup, dan pemikiran yuridis yang memadai sehingga bisa dipahami oleh publik. Jadi dalam setiap pembuatan naskah UU yang dirancang oleh BK, sebenarnya tujuan akhirnya adalah bagaimana kebijakan yang dibuat bisa bermanfaat oleh publik,” jelas Inosentius Samsul.

Dalam penyusunan rencana strategis 2024 itu, dari sisi SDM, BK DPR RI akan fokus pada pembenahan jabatan fungsional. Di mana, jabatan tersebut harus betul-betul berbasiskan akademik yang kuat bukan fungsional teknis, tetapi keilmuan di bidangnya.

“Saya berpesan dengan terselenggaranya kegiatan hari ini, yang paling penting, ada kesamaan visi dan pemahaman terhadap tugas pokok yakni kebutuhan serta output kerja masing-masing antar bagian. Kemudian seluruh bagian yang meliputi ruang lingkup BK bisa merapatkan barisan agar semua kegiatan dapat berorientasi pada kebutuhan dewan,” pesan Inosentius Samsul.

Editor: M Ihsan Yurin

Tags

Terkini

Terpopuler